Sekitar 32 stand akan disediakan panitia Kemilau 16 tahun Padang Ekspres. Kegiatan yang dihelat di kantor Padang Ekspres, Graha Pena Lubuk Buaya Padang pada 5-8 Maret dipastikan akan ramai dikunjungi masyarakat.
"Selain stand batu akik,panitia juga menyediakan stand dari produk-produk ternama, seperti coca cola untuk minuman, selular dan kebutuhan pengunjung lainnya," sebut panitia bisang stand, Tandri Eka Putra.
Diuraikannya, terdapat 14 stand di dalam ruangan dan 18 stand di luar ruangan. Setiap standnya berukuran 2,5 meter x 2 meter. Setiap stand akan mendapatkan fasilitas berupa kursi, meja dan aliran listrik.
Mengingat gedung Graha Pena terletak di jalur antar kota, diharapkan juga pedagang besar lintas kabupaten dan kota juga akan bergabung." Jarak lokasi hanya beberapa menit dari bandara," tambah abenk, panggilannya.
Untuk menambah kenyamanan pengunjung, panitia juga menyediakan pameran batu unik, pusat lelang batu, pusat penjualan produk terkait batu akik. Lokasi juga telah di set sehingga pengunjung nyaman, sambil minum dan makan di lokasi acara.
Harga yang ditetapkan untuk pedagang yang ingin mendapatkan stand selama acara (4 hari) yaitu Rp1.500.000 untuk stand indoor dan Rp750.000 jika ingin stand outdoor.
Untuk mendaftar cukup mudah, datang ke Graha Pena Padang setiap hari dan jam kerja, lalu pilih stand yang diminati.Informasi lebih lanjut, bisa hubungi sekretaris panitia Devi.0812 7071 1433
"Tidak hanya itu, nantinya juga digelar hadiah doorprize untuk pengunjung dan peserta. Syaratnya mudah, tinggal bawa guntingan koran dan setiap harinya dapatkan hadiah menarik," jelas abenk, yang pernah menggelar kegiatan serupa di salah satu hotel di Kota Padang, akhir tahun lalu.
Sabtu, 28 Februari 2015
desa foto copy
Tidak hanya memiliki kekayaan alam yang indah, Indonesia juga memiliki hal unik lainnya. Salah satunya adalah desa Atar yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ini. Pasalnya, desa ini memiliki keunikan tersendiri yaitu dikenal dengan sebutan Desa Fotocopy.
Rupanya, ada cerita dibalik nama desa fotocopy ini. Desa Atar adalah kampung bagi para pengusaha fotocopy. Sebagian besar masyarakat desa Atar berprofesi sebagai pengusaha fotocopy yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, kondisi desa Atar yang terletak di perbukitan menyebabkan masyarakat kesulitan untuk bertani. Sehingga mereka pun mencari ide lain dan akhirnya memutuskan untuk membuat usaha fotocopy. Hal ini mereka lakukan demi menjalankan roda perekonomian di desa tersebut.
Tidak diketahui siapa penggagas pertama dari usaha fotocopy di desa ini. Namun, yang jelas ia sangat berjasa bagi masyarakat desa Atar.
Ketika lebaran tiba, maka para pengusaha fotocopy yang merantau di luar daerah akan berbondong-bondong pulang ke desa Atar. Pemandangan mobil pribadi yang berjejer di sekitar jalanan desa akan menjadi pemandangan yang biasa. Ini adalah bukti bahwa para pengusaha fotocopy tersebut telah sukses di daerah rantauan.
Tidak hanya itu, bahkan beberapa pengusaha fotocopy dari desa Atar sudah naik level menjadi supplier dan importir mesin fotocopy. Keunikan lainnya dari desa fotocopy ini adalah sebuah tugu yang dibangun di desa tersebut. Para pengusaha fotocopy bersama-sama membangun sebuah tugu yang menyerupai mesin fotocopy dan diberi nama Tugu Fotocopy.
Tugu fotocopy dibangun dari dana patungan para pengusaha fotocopy yang sukses di rantauan. Selain itu, tugu ini juga menjadi simbol bahwa usaha fotocopy telah mengangkat roda perekonomian mereka.
Rupanya, ada cerita dibalik nama desa fotocopy ini. Desa Atar adalah kampung bagi para pengusaha fotocopy. Sebagian besar masyarakat desa Atar berprofesi sebagai pengusaha fotocopy yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Selain itu, kondisi desa Atar yang terletak di perbukitan menyebabkan masyarakat kesulitan untuk bertani. Sehingga mereka pun mencari ide lain dan akhirnya memutuskan untuk membuat usaha fotocopy. Hal ini mereka lakukan demi menjalankan roda perekonomian di desa tersebut.
Tidak diketahui siapa penggagas pertama dari usaha fotocopy di desa ini. Namun, yang jelas ia sangat berjasa bagi masyarakat desa Atar.
Ketika lebaran tiba, maka para pengusaha fotocopy yang merantau di luar daerah akan berbondong-bondong pulang ke desa Atar. Pemandangan mobil pribadi yang berjejer di sekitar jalanan desa akan menjadi pemandangan yang biasa. Ini adalah bukti bahwa para pengusaha fotocopy tersebut telah sukses di daerah rantauan.
Tidak hanya itu, bahkan beberapa pengusaha fotocopy dari desa Atar sudah naik level menjadi supplier dan importir mesin fotocopy. Keunikan lainnya dari desa fotocopy ini adalah sebuah tugu yang dibangun di desa tersebut. Para pengusaha fotocopy bersama-sama membangun sebuah tugu yang menyerupai mesin fotocopy dan diberi nama Tugu Fotocopy.
Tugu fotocopy dibangun dari dana patungan para pengusaha fotocopy yang sukses di rantauan. Selain itu, tugu ini juga menjadi simbol bahwa usaha fotocopy telah mengangkat roda perekonomian mereka.
Langganan:
Komentar (Atom)

